Network Centric Principles XI

Nama                                                     : Chandra Gupta Murtono
NIM                                                      : 1519551018
Universitas/Fakultas/Jurusan                : Udayana/Teknik/Teknologi Informasi
Mata Kuliah                                          : Network Centric Principles (Paralel)
Dosen                                                    : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

Review Kuliah Pertemuan Kesebelas

NCP Data Assessment 
Meliputi 8 poin penilaian terhadap data – data pada implementasi NCP di dalam enterprise : 
1. Data harus dapat terbaca dengan baik dan jelas (make data visible) 
2. Data harus dapat diakses dengan baik (make data accessible) 
3. Data harus mudah dipahami oleh pengguna (make data understandable) 
4. Data harus terpercaya sumber/asal (make data trustable) 
5. Data dapat digunakan di platform/device/aplikasi apapun (make data interoperable) 
6. Data harus dapat dimanajemen dengan baik (make data management)
7. Data harus mampu merespon kebutuhan pengguna dengan baik (make data responsible to user) 
8.Data harus memiliki kehandalan dan memiliki keamanan informasi (reliable and secure information)
  
NCP Service Assessment
Meliputi 7 poin penilaian terhadap layanan (service) pada implementasi NCP di dalam enterprise : 
1. Mendukung SOA (Service Oriented Architecture) 
2. Bersifat Open Architecture (lintas platform/os/device/bahasa pemrograman) 
3. Handal (scalable) 
4 .Selalu tersedia (availability yang tinggi) 
5. Mendukung kemajemukan dalam jaringan (heterogenity yang tinggi), lihat juga poin 2 
6. Dapat dimanajemen dengan baik dan terdesentralisasi 
7 .Menyediakan dukungan dan kemampuan manajemen layanan skala enterprise (enterprise service management)
  
NCP Information Assurance Assessment
Meliputi 5 poin penilaian terhadap Information Assurance yaitu : 
1. Manajemen hak akses (privillege management) 
2. Penanganan tuntutan dari client terkait dengan kasus keamanan (data, sistem, privasi, dll) 
3. Mendukung keberlangsungan jalannya operasional sistem 
4. Identifkasi terhadap hak akses, keamanan, otentikasi, dan manajemen di dalamnya 
5. Pertukaran domain dan ancaman keamanan  di dalamnya pada jaringan
  
NCP Communication and Transport Assessment
Meliputi 3 hal penilaian terhadap Information dan Transport yaitu : 
1. Pemodelan yang digunakan di dalam jaringan internet 
2. Desain sistem dan desain komponen sistem yang mendukung interoperabilitas tinggi, sederhana/simpel, dan mampu mengikuti perkembangan teknologi (evolusi) 
3. Informasi yang dihasilkan bersifat comprehensive (luas)

Network Centric Principles X

Nama                                                     : Chandra Gupta Murtono
NIM                                                      : 1519551018
Universitas/Fakultas/Jurusan                : Udayana/Teknik/Teknologi Informasi
Mata Kuliah                                          : Network Centric Principles (Paralel)
Dosen                                                    : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

Review Kuliah Pertemuan Kesepuluh


Service oriented architecture atau biasa disingkat SOA merupakan salah satu topik hangat di para kalangan IT dan manajemen. Konon perusahaan raksasa seperti Oracle, IBM, Microsoft, HP, SAP pun sering menyebutkannya. Terkadang para vendor-vendor (termasuk nama-nama yang disebutkan tadi) karena terlalu sering mempromosikannya, sehingga membuat banyak orang bingung. Sebenarnya apa itu SOA? Dan buat apa sih?
Service Oriented Architecture
Service Oriented Architecture
Secara sederhana SOA merupakan pendekatan baru membangun sistem IT. Banyak orang mengganggap karena dia berorientasi “service”, jadi SOA pasti adalah web-service. Pemikiran ini sebetulnya kurang benar. Sebelum menjelaskan SOA, penulis akan menyajikan sebuah cerita sederhana yang terinspirasi dari Service Oriented Architecture for Dummies oleh Hurwitz dan Bloor.
Perusahaan SOS yang sudah puluhan tahun bergerak di bidang pendidikan. Perusahaan ini sudah menerapkan IT pada usahanya supaya mampu bersaing dengan perusahaan lain. Melihat persaingan yang kian hari kian brutal, manajerial pun mulai memutar otak bagaimana bisa selamat dalam dunia bisnis ini. Akhirnya mereka berhasil menemukan ide yang sangat hebat, ide ini bakal membuat SOS berjaya. Para manajer girang. Namun dari IT menyelutuk “sebenarnya kami cukup setuju ide ini, hanya saja ada ‘sedikit’ masalah.”
“Proses bisnis perusahaan ini bergantung pada aplikasi yang sudah ada. Kalian tahu sistem kita terdiri dari berbagai aplikasi yang bekerja dan saling terhubung. Kalau kita menjalankan ide itu berarti harus melakukan perubahan besar pada sistem, yang artinya kami harus mengubah aplikasi sana sini, dan itu artinya harus mengeluarkan uang lebih dan menunggu sekitar 1-2 tahun. Saya khawatir 1-2 tahun kemudian strategi ini sudah tidak bisa diterapkan” papar IT.
Masalah perusahaan SOS cukup besar, sistem aplikasi mereka terlalu terikat satu sama lain (dalam istilah pemograman, coupling yang terlalu tinggi). Akibatnya ketika misalnya akan dibuat departemen baru, maka sistem di departemen lain harus ikut diperbaiki atau bahkan ditulis ulang!
SOA merupakan jawabannya. Ketika mendirikan sistem berasitektur SOA maka kita akan memecahkan fungsi bisnis menjadi sangat modular dan kecil. Masing-masing modul ini akan diletakkan dalam web-service tersendiri.

Misalnya aplikasi akuntansi ingin mengakses data customer maka web service yang berhubungan dengan customer yang memberi jawaban. Setiap departemen akan hanya menggunakan service itu untuk mengakses data customer. Kalau suatu saat terjadi perubahaan peraturan pada data customer, IT tahu yang harus diganti adalah sistem web service customer, bukan bagian lain.