Network Operating System XI
Nama : Chandra Gupta Murtono
NIM : 1519551018
Universitas/Fakultas/Jurusan : Udayana/Teknik/Teknologi Informasi
Mata Kuliah : Network Operating System (Paralel)
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
Review Kuliah Pertemuan Kesebelas
Cloud Computing
NIST (National Institute of Standard and Technology) didalam draftnya yang berjudul The NIST Defnition of Cloud Computing, Peer Meel and Timothy Grance mendefnisikan Cloud Computing sebagai sebuah model yang memungkinkan adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama – sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimana – mana, dapat dikonfgurasi, dan layanan yang digunakan sesuai keperluan. Hal ini berarti layanan pada Cloud Computing dapat disediakan dengan cepat dan meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan Cloud Computing.
Cloud Computing : 4 Model Deployment dan 3 LayananBerdasarkan defnisi NIST tersebut, Cloud Computing memiliki 4 model deployment dan 3 jenis layanan.
4 model deployment :
- Public (internet),
- Private (intranet),
- Hybrid (keduanya)
- Community (sub)

Gambar 1. 4 Model Deployment
3 model layanan :
- IAAS (infrastruktur)
- PAAS (platform pengembangan software),
- SAAS (software).

Gambar 2. 3 Model Layanan

Gambar 3. Social Media Populer
Gambar 3 merupakan macam-macam social media terkenal yang menggunakan cloud computing dalam implementasinya.

Gambar 4. Perusahan menggunakan Cloud Computing
Gambar 4 merupakan berbagai macam perusahaan multinasional yang menggunakan cloud computing untuk kebutuhan data.
Terdapat berbagai macam keuntungan menggunakan cloud, diantaranya adalah sebagai berikut.
- Keamanan (secure)
- Kehandalan (reliable)
- Hemat, sesuai dengan kebutuhan (on demand)
- Mudah digunakan, mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna (perorangan, enterprise)
- Dukungan yang berlimpah (komunitas open source, enterprise, vendor)

Gambar 5. Microsoft cloud service
Gambar 5 menunjukan bahwa perusahan IT raksasa seperti microsoft juga mempunyai network operating system sendiri yang bisa digunakan untuk keperluan cloud computing

Gambar 6. Google cloud storage
Gambar 6 menunjukkan bahwa google membutuhkan sangat banyak server untuk menyediakan layanan keseluruh dunia

Gambar 7. Projek open source terbaik
Gambar 7 menunjukkan bahwa pada implementasinya, projek open source yang memiliki nilai paling tinggi adalah OpenStack

Gambar8. Open Network Automation Platform
Gambar 8 merupakan arsitektur dari platform ONAP yang berfungsi sebagai automatisasi berbagai macam layanan pada linux seperti cloud service yang bisa dilihat real-time.

Gambar 9. OpenStack
Gambar 9 merupakan contoh tampilan dari OpenStack yang digunakan secara personal pada operating system Ubuntu
Kesimpulan
Cloud Computing sangat efektif digunakan karena adanya penggunaan sumber daya (resource) secara bersama – sama dan mudah, menyediakan jaringan akses dimana – mana, dapat dikonfgurasi, dan layanan yang digunakan sesuai keperluan. Cloud Computing juga dapat disediakan dengan cepat dan meminimalisir interaksi dengan penyedia layanan Cloud Computing. Keuntungan menggunakan open source untuk cloud computing diantaranya aman, handal, hemat, mudah digunakan serta banyak forum untuk berdikusi.
.png)


0 komentar: