Network Operating System III
Nama : Chandra Gupta Murtono
NIM : 1519551018
Universitas/Fakultas/Jurusan : Udayana/Teknik/Teknologi Informasi
Mata Kuliah : Network Operating System (Paralel)
Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.
Review Kuliah Pertemuan Ketiga
Scheduling adalah satu atau beberapa buah aturan, mekanisme,
dan prosedur di dalam sistem operasi (melibatkan kernel, aplikasi, process)
terkait dengan urutan kerja yang dilakukan oleh komputer dan sistem komputer
Multiprogramming adalah suatu metode yang menjalankan dua
aplikasi atau lebih secara bersamaan dalam sebuah system operasi.
Perbedaan dari multiprogramming dan multiprocessing adalah
terletak pada tempatnya, jika multiprogramming ditekankan pada perangkat lunak
(software) jika multiproceesing ditekankan pada perangkat kerasnya (hardware).
Jenis scheduling dibagi menjadi empat, yaitu
1. Penjadwalan jangka Panjang
Penjadwalan Jangka Panjang (Long Term) bisa diartikan
sebagai suatu penambahan proses baru ke dalam sekelompok proses yang akan
dieksekusi oleh computer. Penjadwalan ini terjadi ketika suatu proses yang baru
diciptakan dan masih berlokasi di dalam HDD (Harddisk). Frekuensi yang
dilakukan oleh penjadwalan ini juga lebih panjang dari pada medium-term
schedulingnya serta apabila penjadwalan tersebut dalam menambah suatu proses
membuat coarse-grained.
Pada penjadwalan jangka panjang apabila makin banyak proses
yang diciptakan maka kualitas tiap layanan untuk setiap proses berkurang.
2. Penjadwalan Jangka menengah
Penjadwalan jangka menengah atau medium-term adalah suatu
keputusan menambah suatu proses secara keseluruhan/sebagian ke dalam memori
utama, scheduling tersebut terjadi saat swapping. Frekuensinya juga lebih
sering dilakukan dari pada long-term schedulingnya.
3. Penjadwalan jangka pendek
Penjadwalan jangka pendek atau short term adalah keputusan
di mana memilih salah satu proses yang akan dieksekusi diantara beberapa jumlah
proses yang sudah atau telah siap dieksekusi. Scheduling ini sangat sering
dilakukan dan penjadwalan tersebut juga mempunyai tugas untuk mengirimkan job
(dispatcher).
4. Penjadwalan I/O
Penjadwalan I/O sendiri berarti memilih proses yang mana
yang akan diberi kesempatan terlebih dahulu untuk menggunakan I/O device
diantara beberapa proses yang akan sama-sama menggunakan device tersebut.
Algoritma scheduling dibagi menjadi
lima, yaitu
1. Round Robin.
Algoritma ini menggilir proses
yang ada di antrian. Proses akan mendapat jatah sebesar time quantum. Jika time
quantum-nya habis atau proses sudah selesai, CPU akan dialokasikan ke proses
berikutnya. Jadi,,semua proses mendapat jatah waktu yang sama dari CPU yaitu
(1/n), dan tak akan menunggu lebih lama dari (n-1)q dengan q adalah lama 1
quantum.
2.Priority Scheduling.
Priority Scheduling merupakan
algoritma penjadwalan yang mendahulukan proses yang memiliki prioritas
tertinggi. Setiap proses memiliki prioritasnya masing-masing.Priority
scheduling juga dapat dijalankan secara preemptive maupun non-preemptive.Kelemahan
pada priority scheduling adalah dapat terjadinya indefinite blocking(
starvation). Suatu proses dengan prioritas yang rendah,memiliki kemungkinan
untuk tidak dieksekusi jika terdapat proses lain yang memiliki prioritas lebih
tinggi darinya.
3.Multilevel Queue.
Ide dasar dari algoritma ini
berdasarkan pada sistem prioritas proses. Prinsipnya, jika setiap proses dapat
dikelompokkan berdasarkan prioritasnya.
4. Multilevel Feedback Queue.
Algoritma ini mirip sekali dengan
algoritma multilevel queue. Perbedaannya ialah algoritma ini mengizinkan proses
untuk pindah antrian. Jika suatu proses menyita CPU terlalu lama, maka proses
itu akan dipindahkan ke antrian yang lebih rendah. Hal ini menguntungkan proses
interaksi karena proses ini hanya memakai waktu CPU yang sedikit. Demikian pula
dengan proses yang menunggu terlalu lama. Proses ini akan dinaikkan
tingkatannya. Biasanya prioritas tertinggi diberikan kepada proses dengan CPU
burst terkecil, dengan begitu CPU akan terutilisasi penuh dan M/K dapat terus
sibuk. Semakin rendah tingkatannya, panjang CPU burst proses juga semakin
besar.
5. FCFS (First Come First
Served).
Algoritma ini merupakan algoritma
penjadwalan yang paling sederhana yang digunakan CPU. Dengan menggunakan
algoritma ini setiap proses yang berada pada status ready dimasukkan kedalam
FIFO queue atau antrian dengan prinsip first in first out, sesuai dengan waktu
kedatangannya. Proses yang tiba terlebih dahulu yang akan dieksekusi.
.png)


0 komentar: